Sabtu, 31 Januari 2009

LAN

1. Bentuklah tim ( max 3 org/tim), anggaplah anda akan membangun LAN pada instansi anda. Buatlah kebutuhan hardware (spesifikasi workstation/klien, server dan pendukungnya), software yang diperlukan dan informasi dapat anda tambahkan selengkap mungkin. Beri keterangan kenapa spesifikasi tersebut menjadi pilihan.

A. Pendahuluan
Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi di dalam perusahaan tersebut. Internet yang mulai populer saat ini adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan komputer yang terhubung dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat, sehingga dalam beberapa tahun saja jumlah pengguna jaringan komputer yang tergabung dalam Internet berlipat ganda.
B. Jaringan komputer
1. Pengertian
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
Sebuah jaringan biasanya terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling berhubungan diantara satu dengan yang lain, dan saling berbagi sumber daya misalnya CDROM, Printer, pertukaran file, atau memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik. Komputer yang terhubung tersebut, dimungkinkan berhubungan dengan media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit, atau sinar infra merah.
2. Jenis-Jenis jaringan
Ada 3 macam jenis Jaringan/Network yaitu :
a. Local Area Network (LAN) /Jaringan Area Lokal.
Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi.
Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya di jadikan sebuah file server. Yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (software) yang mengatur aktifitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputer¬komputer yang terhubung ke dalam network. Komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan (network) itu biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih di bawah dari file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya.Hardware (perangkat keras) yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan komputer yaitu :
1. Komputer ( File Server dan Workstation )
2. Ethernet Card Network
3. Scanner
4. Router
5. Printer
6. Network Interface Card (NIC)
7. Kabel
8. Concentrators/Hubs
9. Repeaters (Penguat sinyal)
10. Bridges (Jembatan)
Software yang dibutuhkan yaitu :
1.Sistem Operasi Jaringan
2.Network Adapter Driver
3.Protokol Jaringan.
b. Metropolitan Area Network (MAN) / Jaringan area Metropolitan Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu : jaringan Bank dimana beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya.Misalnya Bank BNI yang ada di seluruh wilayah Ujung Pandang atau Surabaya.
c. Wide Area Network (WAN) / Jaringan area Skala Besar
Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan jaringan BANK BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain.
Menggunakan sarana WAN, Sebuah Bank yang ada di Bandung bisa menghubungi kantor cabangnya yang ada di Hongkong, hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam Komunikasi Global seperti Internet. Tapi bagaimanapun juga antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang lainnya.
3. Protokol
Protokol adalah aturan-aturan main yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer di dalam sebuah jaringan, aturan itu termasuk di dalamnya petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode mengakses sebuah jaringan, topologi fisik, tipe-tipe kabel dan kecepatan transfer data.
Protokol-Protokol yang dikenal adalah sebagai berikut :
1. Ethernet
2. Local Talk
3. Token Ring
4. FDDI
5. ATM

Ethernet
Protocol Ethernet sejauh ini adalah yang paling banyak digunakan, Ethernet menggunakan metode akses yang disebut CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection). Sistem ini menjelaskan bahwa setiap komputer memperhatikan ke dalam kabel dari network sebelum mengirimkan sesuatu ke dalamnya. Jika dalam jaringan tidak ada aktifitas atau bersih komputer akan mentransmisikan data, jika ada transmisi lain di dalam kabel, komputer akan menunggu dan akan mencoba kembali transmisi jika jaringan telah bersih. kadangkala dua buah komputer melakukan transmisi pada saat yang sama, ketika hal ini terjadi, masing-masing komputer akan mundur dan akan menunggu kesempatan secara acak untuk mentransmisikan data kembali. metode ini dikenal dengan koalisi, dan tidak akan berpengaruh pada kecepatan transmisi dari network.Protokol Ethernet dapat digunakan untuk pada model jaringan Garis lurus , Bintang, atau Pohon . Data dapat ditransmisikan melewati kabel twisted pair, koaksial, ataupun kabel fiber optic pada kecepatan 10 Mbps.


LocalTalk
LocalTalk adalah sebuh protokol network yang di kembangkan oleh Apple Computer, Inc. untuk mesin-mesin komputer Macintosh . Metode yang digunakan oleh LocalTalk adalah CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance). Hampir sama dengan CSMA/CD.. Adapter LocalTalk dan cable twisted pair khusus dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer melewati port serial. Sistem Operasi Macintosh memungkinkan koneksi secara jaringan peer-to-peer tanpa membutuhkan tambahan aplikasi khusus Protokol LocalTalk dapat digunakan untuk model jaringan Garis Lurus , Bintang , ataupun model Pohon dengan menggunakan kabel twisted pair . Kekurangan yang paling mencolok yaitu kecepatan transmisinya. Kecepatan transmisinya hanya 230 Kbps.

Token Ring
Protokol Token di kembangkan oleh IBM pada pertengahan tahun 1980. Metode Aksesnya melalui lewatnya sebuah token dalam sebuah lingkaran seperti Cincin . Dalam lingkaran token, komputer-komputer dihubungkan satu dengan yang lainnya seperti sebuah cincin. Sebuah Sinyal token bergerak berputar dalam
sebuah lingkaran (cincin) dalam sebuah jaringan dan bergerak dari sebuah komputer-menuju ke komputer berikutnya, jika pada persinggahan di salah satu komputer ternyata ada data yang ingin ditransmisikan, token akan mengangkutnya ke tempat dimana data itu ingin ditujukan, token bergerak terus untuk saling mengkoneksikan diantara masing-masing komputer.


Protokol Token Ring membutuhkan model jaringan Bintang dengan menggunak an kabel twisted pair atau kabel fiber optic . Dan dapat melakukan kecepatan transmisi 4 Mbps atau 16 Mbps. Sejalan dengan perkembangan Ethernet, penggunaan Token Ring makin berkurang sampai sekarang.

FDDI
Fiber Distributed Data Interface (FDDI) adalah sebuah Protokol jaringan yang menghubungkan antara dua atau lebih jaringan bahkan pada jarak yang jauh . Metode aksesnyayang digunakan oleh FDDI adalah model token . FDDI menggunakan dua buah topologi ring secara fisik. Proses transmisi baiasanya menggunakan satu buah ring, namun jika ada masalah ditemukan akan secara otomatis menggunakan ring yang kedua.

ATM
ATM adalah singkatan dari Asynchronous Transfer Mode (ATM) yaitu sebuah protokol jaringan yang mentransmisikan pada kecepatan 155 Mbps atau lebih . ATM mentarnsmisikan data kedalam satu paket dimana pada protokol yang lain mentransfer pada besar-kecilnya paket. ATM mendukung variasi media seperti video, CD-audio, dan gambar. ATM bekerja pada model topologi Bintang , dengan menggunakan Kabel fiber optic ataupun kabel twisted pair . ATM pada umumnya digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih LAN . dia juga banyak dipakai oleh Internet Service Providers (ISP) untuk meningkatkan kecepatan akses Internet untuk klien mereka.
Kesimpulan untuk Protokol :

4. Perangkat keras yang diperlukan
Perangkat keras yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan komputer yaitu : Komputer, Card Network, Hub, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan koneksi jaringan seperti: Printer, CDROM, Scanner, Bridges, Router dan lainnya yang dibutuhkan untuk process transformasi data didalam jaringan.

1. File Servers
2. Workstations
3. Network Interface Cards
4. Concentrators/Hubs
5. Repeaters
6. Bridges
7. Routers
File Servers
Sebuah file server merupakan jantungnya kebayakan Jaringan, merupakan komputer yang sangat cepat, mempunyai memori yang besar, harddisk yang memiliki kapasitas besar, dengan kartu jaringan yang cepat. Sistem operasi jaringan tersimpan disini, juga termasuk didalamnya beberapa aplikasi dan data yang dibutuhkan untuk jaringan.
Sebuah file server bertugas mengontrol komunikasi dan informasi diantara node/komponen dalam suatu jaringan. Sebagai contoh mengelola pengiriman file database atau pengolah kata dari workstation atau salah satu node, ke node yang lain, atau menerima email pada saat yang bersamaan dengan tugas yang lain... .terlihat bahwa tugas file server sangat kompleks, dia juga harus menyimpan informasi dan membaginya secara cepat. Sehingga minimal sebuah file server mempunyai beberpa karakter seperti tersebut di bawah ini :
� Processor minimal 166 megahertz atau processor yang lebih cepat lagi (Pentium Pro, Pentium II, PowerPC).
� Sebuah Harddisk yang cepat dan berkapasitas besar atau kurang lebih 10 GB
� Sebuah RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks).
� Sebuah tape untuk back up data (contohnya . DAT, JAZ, Zip, atau CD¬RW )
� Mempunyai banyak port network
� Kartu jaringan yang cepat dan Reliabilitas
~ Kurang lebih 32 MB memori

Workstations
Keseluruhan komputer yang terhubung ke file server dalam jaringan disebut sebagai workstation. Sebuah workstation minimal mempunyai ; Kartu jaringan, Aplikasi jaringan (sofware jaringan), kabel untuk menghubungkan ke jaringan, biasanya sebuah workstation tidak begitu membutuhkan Floppy karena data yang ingin di simpan bisa dan dapat diletakkan di file server. Hampir semua jenis komputer dapat digunakan sebagai komputer workstation.

Network Interface Cards (NIC) atau Kartu Jaringan

Kartu Jaringan (NIC) merupakan perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antara komputer, kebanyakan kartu jaringan adalah kartu inernal, yaitu kartu jaringan yang di pasang pada slot ekspansi di dalam komputer. Beberapa komputer seperti komputer MAC, menggunakan sebuah kotak khusus yang ditancapkan ke port serial atau SCSI port komputernya. Pada komputer notebook ada slot untuk kartu jaringan yang biasa disebut PCMCIA slot.
Kartu jaringan yang banyak terpakai saat ini adalah : kartu jaringan Ethernet, LocalTalk konektor, dan kartu jaringan Token Ring. Yang saat ini populer digunakan adalah Ethernet, lalu diikuti oleh Token Ring, dan LocalTalk,

Ethernet Card / Kartu Jaringan Ethernet

Kartu jaringan Ethernet biasanya dibeli terpisah dengan komputer, kecuali seperti komputer Macintosh yang sudah mengikutkan kartu jaringan ethernet didalamnya. kartu Jaringan ethernet umumnya telah menyediakan port koneksi untuk kabel Koaksial ataupun kabel twisted pair, jika didesain untuk kabel koaksial konenektorya adalah BNC, dan apabila didesain untuk kabel twisted pair maka akan punya konektor RJ-45. Beberapa kartu jaringan ethernet kadang juga punya konektor AUI. Semua itu di koneksikan dengan koaksial, twisted pair,ataupun dengan kabel fiber optik.


LocalTalk Connectors/Konektor LocalTalk
LocalTalk adalah kartu jaringan buat komputer macintosh, ini menggunakan sebuah kotak adapter khusus dan kabel yang terpasang ke Port untuk printer. Kekurangan dari LocalTalk dibandingkan Ethernet adalah kecepatan laju transfer datanya, Ethernet bi Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi di dalam perudahaan tersebut. Internet yang mulai populer saat ini adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan jaringan komputer yang terhubungan dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat, sehingga dalam beberapa tahun saja jumlah pengguna jaringan komputer yang tergabung dalam Internet berlipat ganda.asanya dapat sampai 10 Mbps, sedangkan LocalTalk hanya dapat beroperasi pada kecepatan 230 Kbps atau setara dengan 0.23 Mps

Token Ring Cards
Kartu jaringan Token Ring terlihat hampir sama dengan Kartu jaringan Ethernet. Satu perbedaannya adalah tipe konektor di belakang KArtu jaringannya, Token Ring umumnya mempunyai tipe konektor 9 Pin DIN yang menyambung Kartu jaringan ke Kabel Network.

Hub/Konsentrator

Sebuah Konsentrator/Hub adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain. Dalam topologi Bintang, kabel twisted pair datang dari sebuah workstation masuk kedalam hub. Hub mempunyai banyak slot concentrator yang mana dapat dipasang menurut nomor port dari card yang dituju.
Ciri-ciri yang dimiliki Konsentrator adalah :
� Biasanya terdiri dari 8, 12, atau 24 port RJ-45
� Digunakan pada topologi Bintang/Star
� Biasanya di jual dengan aplikasi khusus yaitu aplikasi yang mengatur manjemen port tersebut.
� Biasanya disebut hub
� Biasanya di pasang pada rak khusus, yang didalamnya ada Bridges, router

Repeaters

Contoh yang paling mudah adalah pada sebuah LAN menggunakan topologi Bintang dengan menggunakan kabel unshielded twisted pair. Dimana diketahui panjang maksimal untuk sebuah kabel unshileded twisted pair adalah 100 meter, maka untuk menguatkan sinyal dari kabel tersebut dipasanglah sebuah repeater pada jaringan tersebut.

Bridges / Jembatan
Adalah sebuah perangkat yang membagi satu buah jaringan kedalam dua buah jaringan, ini digunakan untuk mendapatkan jaringan yang efisien, dimana kadang pertumbuhan network sangat cepat makanya di perlukan jembatan untuk itu. Kebanyakan Bridges dapat mengetahui masing-masing alamat dari tiap-tiap segmen komputer pada jaringan sebelahnya dan juga pada jaringan yang lain di sebelahnya pula. Diibaratkan bahwa Bridges ini seperti polisi lalu lintas yang mengatur di persimpangan jalan pada saat jam-jam sibuk. Dia mengatur agar informasi di antara kedua sisi network tetap jalan dengan baik dan teratur. Bridges juga dapat di gunakan untuk mengkoneksi diantara network yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula.

Routers
Sebuah Router mengartikan informaari dari satu jaringan ke jaringan yang lain, dia hampir sama dengan Bridge namun agak pintar sedikit, router akan mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasakan atas alamat tujuan dan alamat asal.
Sementara Bridges dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi jaringan, router mengetahui alamat komputerr, bridges dan router lainnya. router dapat mengetahui keseluruhan jaringan melihat sisi mana yang paling sibuk dan dia bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih.
Jika sebuah perusahaan mempunyai LAN dan menginginkan terkoneksi ke Internet, mereka harus membeli router. Ini berarti sebuah router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda dan Internet. ini juga berarti mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet.
Ini berarti Router itu :
� Mengatur jalur sinyal secara effisien
� Mengatur Pesan diantara dua buah protocol
� Mengatur Pesan diantara topologi jaringan linear Bus dan Bintang(star)
� Mengatur Pesan diantara melewati Kabel Fiber optic, kabel koaaksialm atau kabel twisted pair
5. Topologi/Bentuk Jaringan
Topologi suatu jaringan didasarkan pada cara penghubung sejumlah node atau sentral dalam membentuk suatu sistem jaringan. Topologi jaringan yang umum dipakai adalah : Mess, Bintang (Star), Bus, Tree, dan Cincin (Ring).

a. Topologi Jaringan Mesh
Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.
b. Topologi Jaringan Bintang (Star)
Dalam topologi jaringan bintang, salah satu sentral dibuat sebagai sentral pusat. Bila dibandingkan dengan sistem mesh, sistem ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan yang lebih sederhana sehingga sistem menjadi lebih ekonomis, tetapi beban yang dipikul sentral pusat cukup berat. Dengan demikian kemungkinan tingkat kerusakan atau gangguan dari sentral ini lebih besar.
c. Topologi Jaringan Bus
Pada topologi ini semua sentral dihubungkan secara langsung pada medium transmisi dengan konfigurasi yang disebut Bus. Transmisi sinyal dari suatu sentral tidak dialirkan secara bersamaan dalam dua arah. Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi pada topologi jaringan mesh atau bintang, yang pada kedua sistem tersebut dapat dilakukan komunikasi atau interkoneksi antar sentral secara bersamaan.
topologi jaringan bus tidak umum digunakan untuk interkoneksi antar sentral, tetapi biasanya digunakan pada sistem jaringan komputer.
d. Topologi Jaringan Pohon (Tree)
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .
e. Topologi Jaringan Cincin (Ring)
Untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan yang lain dan hubungan ini akan membentuk loop tertutup. Dalam sistem ini setiap sentral harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral yang berdekatan maupun berjauhan. Dengan demikian kemampuan melakukan switching ke berbagai arah sentral.Keuntungan dari topologi jaringan ini antara lain : tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana), juga bila ada gangguan atau kerusakan pada suatu sentral maka aliran trafik dapat dilewatkan pada arah lain dalam sistem.
Yang paling banyak digunakan dalam jaringan komputer adalah jaringan bertipe bus dan pohon (tree), hal ini karena alasan kerumitan, kemudahan instalasi dan pemeliharaan serta harga yang harus dibayar. Tapi hanya jaringan bertipe pohon (tree) saja yang diakui kehandalannya karena putusnya salah satu kabel pada client, tidak akan mempengaruhi hubungan client yang lain.

Jumat, 30 Januari 2009

PROPOSAL SIM PENGAJUAN ATK/BARANG



BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Masalah

Perkembangan Teknologi Informasi memberikan imbas yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan menjadikan persaingan diantara aspek kehidupan menjadi kompetitif. Penerapan teknologi informasi dalam pengolahan data menjadi sebuah kebutuhan mendasar, tidak berlebihan jika dikatakan komputer merupakan kebutuhan primer untuk mendukung sistem pengolahan data dalam suatu instansi/perguruan tinggi/perusahaan, Data yang diolah secara benar akan menjadi salah satu sumber informasi untuk menentukan langkah kerja yang lebih baik.
Sebagai sumber data yang ada yaitu untuk keperluan analisis data pada suatu pengajuan atk/barang di Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung merupakan konsep dalam mengorganisasi data untuk keperluan dosen pada sistem pengajaran yang nantinya untuk kelancaran aktivitas pendidikan di Jurusan Administrasi Niaga. Hasil pengumpulan dan analisis data ini diimplementasikan dalam bentuk program aplikasi berupa sistem informasi manajemen pengajuan atk/barang, sehingga penyediaan informasi bagi para pengambil keputusan terutama dosen pengajar dapat lebih efektif dan efisien dan juga untuk mendukung suatu peningkatan dalam program sistem pengajaran yang lebih baik pada Politeknik Negeri Bandung khususnya Jurusan Administrasi Niaga.

1.2. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang tersebut diatas maka diambil suatu keputusan yang baik didalam memperoleh dan mengolah informasi walaupun hasil inputan dari sistem yang ada telah lengkap, tapi menampilkan data yang banyak untuk mendukung suatu keputusan membutuhkan waktu yang lama dengan cara yang tidak efisien dan tidak semua pengguna/user mampu untuk melaksanakannya, salah satunya yang terjadi pada Jurusan Administrasi Niaga. Disini penerapan dalam hal untuk pengajuan atk/barang, ternyata masih ada proses-proses yang menghambat untuk pelayanan pada dosen administrasi niaga dan juga staf yang lain. Maka baiknya dari Jurusan Administrasi Niaga membuat suatu sistem dalam hal ini sistem informasi pengajuan atk/barang untuk dosen pengajar.

1.3. Batasan Masalah
Masalah yang akan dibahas adalah:
1. Melakukan tahap perancangan DFD yang merupakan analisa strategi sistem pengolahan data di Jurusan Administrasi Niaga.
2. Melakukan tahap perancangan ERD Sistem Informasi Pengajuan ATK/Barang yang berfungsi Memvisualisasikan model data hasil analisa kedalam bentuk tabel.
3. Melakukan tahap perancangan tabel yang fungsinya untuk menampilkan data pendukung suatu keputusan.
4. Membuat Standar Operating Prosedur (SOP) yang bersifat merancang program aplikasi Data sebagai alternatif dalam pemecahan masalah untuk mendapatkan informasi yang benar.

1.4. Tujuan
Tujuan yang bisa diambil dari pembuatan suatu sistem informasi khususnya pengajuan atk/barang adalah
a. Terciptanya kelancaran suatu pengajaran bagi dosen pengajar dan memberikan informasi yang jelas tentang ada atau tidaknya atk/barang di jurusan administrasi niaga.
b. Kemudahan bagi Jurusan Administrasi Niaga dalam prosedur pengajuan permintaan atk/barang.
c. Memberikan kemudahan dan kelancaran bagi user untuk mengorganisir sumber data dengan baik sehingga untuk melakukan proses pengolahan data laporan tidak memerlukan waktu yang lama.
d. Untuk meningkatkan keamanan data tanpa merubah sistem yang ada terutama dalam pengajuan atk/barang bagi doesen pengajar tanpa mengganggu jalannya operasional rutin di Jurusan Administrasi Niaga.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Pengertian Sistem Informasi

Teknologi Informasi sekarang ini sangat dibutuhkan dalam banyak bidang, contohnya dalam sebuah perusahaan, Teknologi informasi dibutuhkan dalam mengolah, mengumpulkan dan menganalisa data, sehingga teknologi informasi sangat berperan penting dalam menganalisa hasil dan menentukan rencana kerja suatu perusahan.
Sistem informasi adalah sekumpulan fungsi yang bekerja secara bersama-sama dalam mengelola, mengumpulkan, menyimpan, memproses serta mendistribusikan informasi. Dalam dunia kerja mengolah sistem informasi harus dibuat semudah mungkin, sehingga user dapat menggunakan hasil dari sistem informasi secara mudah. Untuk itu, sistem informasi haruslah efisien, transparan dan terintegarsi. Untuk megolah suatu sistem informasi dibutuhkan salah satu komponen yaitu sistem informasi manajemen yang berbasis komputer yang dinamakan sistem basis data (database). Sistem basis data mempunyai peran penting sebagai tempat pusat penyimpanan data yang mendukung kegiatan operasional (Online Transactional Processing / OLTP). Sebuah sistem OLTP yang umum memiliki karakteristik seperti jumlah user yang sangat banyak yang secara serentak mengolah dan menambah data. Dalam hal ini, apabila banyak user yang melakukan pengolahan dan penambahan data akan membebani program, saat database berkembang semakin banyak dan kompleks, waktu respon akan semakin berkurang disebabkan bertumpuknya pemakaian sumber daya yang tersedia, sehingga untuk membuat suatu keputusan sangatlah susah dan membutuhkan waktu yang lama dan untuk membuat query satu persatu pada sumber data tidak praktis dan efisien, apalagi sumber data yang ada menyimpan current (arus data), sedangkan data yang dibutuhkan oleh para pembuat keputusan adalah data-data historis. Sebagai contoh data histori dibutuhkan pada pembuatan informasi mengenai pengajuan atk/barang.

2.2. Manfaat Sistem Informasi

Manfaat Sistem Informasi disini sangat banyak yaitu
a. Memudahkan pengaksesan data yang digunakan oleh banyak orang dan mengurangi redudansi dan inkonsistenansi data
b. Meningkatkan keamanan data tanpa merubah sistem yang ada dan jika terjadi perubahan dalam sistem akan memerlukan waktu yang lama dan menggangu jalannya proses opersional rutin maka perlu pengisolasikan data untuk di standarisasikan.
c. Menjaga integritas data yang merupakan konsep dalam mengorganisasi Data yang bersifat operasional berubah menjadi data yang bersifat informasional
d. Menjaga indenpendensi data
e. Penyediaan informasi bagi para pengambil keputusan dapat lebih efektif dan efisien

2.3. Diagram Arus Data (DFD)
Diagram arus data sangat berguna untuk berkomunikasi pada model grafik. Diagram arus data(data follow diagram/DFD) adalah suatu gambar grafis dari suatu system yang menggunakan sejumlah symbol-simbol untuk menggambarkan bagaimana data mengalir melalui suatu proses yang saling berkaitan. Penekanan pada DFD ada pada proses, bukan pada data.
• DFD merupakan cara yang umum untuk mendokumentasikan proses, dimana output pada suatu proses, akan menjadi input pada proses berikutnya. Penggunaan DFD biasanya dikombinasi dengan teks lainnya.
• Diperlukan untuk menganalisis pergerakan data atau informasi dari suatu bagian ke bagian lain dalam satu organisasi proses atau transformasi yang dialami oleh sebuah data atau informasi dan bagaimana hasil transformasi tersebut. Pembuatan DFD menekankan pada logika dan struktur yang mendasari terbentuknya suatu organisasi atau sistem. Terdapat empat buah simbol pokok dalam sebuah DFD.
• DFD hanya terdiri dari 4 simbol utama, simbol tersebut digunakan untuk elemen lingkungan yang berhubungan dengan system, untuk proses, arus data, dan penyimpanan data.


Langkah-langkah pembuatan DFD sebagai berikut :
• Buat sebuah daftar (list) dari aktivitas unit yang sedang diamati. Biasanya dapat dilihat pada job description masing-masing bagian dalam organisasi. Amati juga aliran pekerjaan (work flow) yang dilakukan dalam organisasi tersebut. Gunakan daftar aktifitas dan aliran pekerjaan tersebut dan pilah-pilah menjadi :
o Entity
o Data / informasi
o Proses yang dilakukan
o Data store : mana yang bisa dianggap sebagai tempat penyimpanan data (lemari arsip, file, tabel)
• Buat sebuah context diagram yang menggambarkan hubungan antar entity dan data / informasi, dari dan ke sistem yang diamati. Jangan menggambarkan proses dan data store terlalu rinci terlebih dahulu.
• Buat diagram 0 (level 0), yang memperlihatkan proses / transformasi. Tetap dijaga agar tidak terlalu rinci. Mulai memperlihatkan data store pada level ini.
• Buat diagram anak (child diagram) atau diagram level 1 untuk setiap proses yang ada pada diagram level 0.
• Periksa kalau ada kesalahan dan pastikan tindakan pemberian label pada tiap proses dan data flow memiliki kegunaan.

Level DFD:
Level 0 (diagram konteks) mendokumentasikan system pada tingkat tertinggi. Diagram konteks mudah digambar saat anda memiliki ide, terdiri dari satu simbol proses yang menggambarkan seluruh sistem. Diagram konteks menunjukkan data mengalir ke dan dari terminator.

2.4. Entity Relationship Diagram

Entity Relationship Diagram (ERD), merupakan model konseptual yang menggambarkan struktur data dan hubungan antar entitas sebagai pembentuk Sistem.
ERD menggunakan tiga macam symbol untuk menggambarkan struktur dan hubungan antar entitas, diantaranya yaitu:
1. Entitas
Entitas berupa individu yang mewakili sesuatu nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain.
Entitas ada dua:
a) Entitas Kuat (Strong Entity)
Adalah entitas yang kemunculannya tidak tergantung dari entitas lain (dapat berdiri sendiri), biasanya memiliki atribut yang berfungsi sebagai key.

b) Entitas Lemah (Weakly Entity)
Adalah entitas-entitas yang kemunculannya tergantung pada eksistensinya dalam sebuah relasi terhadap entitas lain (strong entity) dan tidak memiliki atribut yang berfungsi sebagai key.
2. Atribut
Atribut adalah karakteristik (sifat-sifat khas) yang melekat pada sebuah entitas. Atribut ada dua macam yaitu atribut yang berfungsi sebagai key, berfungsi sebagai ciri khas (unik) suatu entitas yang dapat membedakan dengan entitas dalam Sistem. Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas dapat berelasi dengan entitas yang lain. Kardinalitas yang terjadi diantara dua himpunan entitas:
a) Satu Kesatu (One To One)
Setiap entitas pada suatu himpunan entitas berhubungan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas yang lain.
b) Satu Ke Banyak (One To Many)
Setiap entitas berhubungan dengan banyak pada himpunan entitas yang lain.
c) Banyak Ke Banyak (Many To Many)
Setiap entitas pada suatu himpunan entitas berhubungan dengan entitas pada himpunan entitas yang lain.

BAB III
PEMBAHASAN


3.1. Tahap Perancangan DFD

DFD (Data Flow Diagram) dibangun berdasarkan proses yang akan dibuat yaitu sistem pengajuan atk/barang pada jurusan administrasi niaga.

3.1.1. DFD Level 0


3.1.2. DFD Level 1


3.1.3. DFD Level 2 Untuk 1


3.1.4. DFD Level 2 Untuk 2


3.1.5. DFD Level 2 Untuk 3


3.2. Perancangan ERD Sistem Informasi Pengajuan ATK/Barang
Perancangan Sistem pengajuan atk/barang ini terdiri dari lima buah tabel yang memiliki relasi satu dengan lainya. Seluruh relasi didasarkan pada nomor urut dari data (primary key menggunakan kolom Nomor yang berupa bilangan). Penggunaan nomor urut dimaksudkan agar tidak tergantung dari kolom-kolom yang ada pada tabel jika suatu saat ada perubahan isi dari suatu tabel.


3.3. Perancangan Tabel
Berikut ini adalah tabel yang digunakan pada Sistem Informasi Pengajuan atk/barang. Jumlah tabel yang digunakan untuk sistem ini adalah lima jenis tabel.



3.4. Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengajuan ATK/Barang

Contoh Formulir Pengajuan ATK/Barang Jurusan Administrasi Niaga
Politeknik Negeri Bandung


Tujuan:
Standard Operating Procedure ( SOP) diciptakan senantiasa untuk memberikan kepastian jaminan mutu dari Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung.

Pelaksanaan SOP :
Standard Operating Procedure ( SOP) dilaksanakan secara bertahap dan akan dibentuk Komisi Pengawas Pelaksanaan SOP dari Jurusan Administrasi Niaga yang berfungsi sebagai Quality Control Team.

Standar Operating Procedure (SOP)
Pengajuan/Permintaan ATK/Barang Habis Dari Dosen Ke Jurusan
Jurusan Administrasi Niaga
Politeknik Negeri Bandung

1. Setiap dosen yang meminta barang habis, harus mengisi buku administrasi pengeluaran barang yang ada di jurusan
2. Semua atk/barang-barang Jurusan harus diinventarisir dan dilakukan pengecekan setiap akhir tahun oleh Jurusan.
3. Semua bentuk pengajuan atk/barang melalui transaksi dengan format baku yang ditetapkan Jurusan Administrasi Niaga.
4. Atk/Barang yang tidak terpakai pada waktu permintaan Dosen untuk bahan pengajaran hendaknya dikembalikan ke Jurusan Administrasi Niaga.
5. Pengajuan Atk/Barang yang merupakan kebutuhan Dosen Pengajar harus sepengetahuan/izin penanggung jawab dari Jurusan Administrasi Niaga.
6. Secara berkala, jurusan menyampaikan persediaan barang habis yang ada di jurusan

BAB IV
P E N U T U P


Dari penulisan proposal yang telah dilakukan maka penulis dapat memberikan kesimpulan dan saran seperti yang dapat dilihat pada sub bab-sub bab berikut :

4.1. Kesimpulan

1. Sistem informasi manajemen terutama mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) pengajuan ATK/Barang di lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk kemudahan informasi bagi dosen pengajar dan staf yang ada di Jurusan Administrasi Niaga dalam memudahkan proses belajar mengajar
2. Secara garis besar kegiatan pembuatan Sistem Informasi Manajemen mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengajuan ATK/Barang dapat membantu dosen didalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk belajar mengajar.
3. Secara umum, bentuk dan macam atk/barang yang dibutuhkan oleh dosen pengajar dilihat berdasarkan hasil inventarisasi aset di Jurusan Administrasi Niaga khususnya kegiatan inventarisasi yang dilakukan oleh Urusan Inventaris.

4.2. Saran
1. Sistem informasi untuk pengajuan atk/barang yang ada di Jurusan Administrasi Niaga hendaknya dikembangkan melalui pengembangan sistem informasi berbasis komputer jaringan yang mendukung kegiatan sistem informasi tersebut terutama menyangkut Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mempermudah pengaksesan, penyampaian dan up date informasi dari Jurusan Administrasi Niaga ke Dosen pengajar dan staf yang lain yang ada Jurusan Administrasi Niaga.

Minggu, 25 Januari 2009

LATIHAN SOAL SIM MODUL 6

1. Ambil sebuah nomor undian sebelum Bapak/ibu ke lab Internet
2. Pergilah ke lab internet, kemudian lihatlah website berikut: Pasarbuku.com; thumbnail.com; amazon.com; kencan rileks, bimamail.com; mailcity.com. Plasa.com Indowork.com

JAWABAN NO. 2

www.pasarbuku.com




www.thumbnail.com


www.Amazon.com



www.kencan rileks.com


www.bimamail.com


www.mailcity.com


www.plasa.com



www.indowork.com


JAWABAN NO. 3
3. Bila absensi anda No. urut 1 diminta mencari Website pemda propinsi Nanggro Darusalam (Aceh, Sumut) beserta tingkat II, No. urut absensi 2 Sumbar, Riau beserta tingkat II, No. 3 tolong didiskusikan sesama rekan, No. 4 dan seterusnya. Website yang dicari tidak boleh sama. Down load dan save.















JAWABAN NO. 4

4. Masing-masing pemilik nomor mencari salah satu Website pemerintahan asing, (subway, Car, machine, suplier, etc.), down load dan save. Fokuskan perhatian pada ke PU-annya.
Situs Negara Jepang ( Infrastruktur jalan/jalur transportasi di kota Jepang )



Sabtu, 24 Januari 2009

PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

A. PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Tahap-tahap perkembangan sistem informasi dapat di bagi berdasarkan karakteristik sistem informasi yang menjadi era sepuluh tahunan yaitu sebagai berikut :

1. Era 1950-an
Sistem informasi yang mula-mula ada tersebut mempunyai karakteristik antara lain :
a. Aplikasi yang digunakan bersifat klerikal rutin dan pada tingkatan operasional, misalnya penggajian, rekening-rekening dan sebagainya.
b. Bahasa komputer yang ada terbatas dan sulit digunakan.
c. Dengan penggunaan komputer tersebut dapat dihitung penghematan biayanya.
d. Istilah yang banyak digunakan pada waktu itu ialah Pemrosesan Data Elektronik (PDE) dan Pemrosesan Data Otomatis (PDO) yang juga biasa disebut sebagai Pemrosesan Data (PD)
e. Kualitas Komputer yang digunakan bersifat kurang dapat diandalkan, sulit untuk dioperasikan dan berjalan lambat.
f. Arsitektur sistem informasi yang ada baru berupa mesin-mesin akunting elektronik yang terisolasi dengan fungsi terbatas.

2. Era 1960-an
Era 1960-an ditandai dengan mulainya digunakan teknologi piringan (disk) yang mempunyai keuntungan antara lain :
a. Dapat mengambil data dengan lebih cepat
b. Dapat mengakses data dengan cara yang bermacam-macam.
Sistem komputer juga mengalami perkembangan yang pesat antara lain :
a. Arsitektur informasi yang ada ialah berupa komputer besar (mainframe) dengan sistem yang terpusat.
b. Dapat menggunakan terminal yang terletak jauh dari komputer.
c. Keluaran yang sudah ada berupa hasil cetakan dari pencetak (printer), menggantikan keluaran model lama yaitu berupa kartu berlubang (punch card).

3. Era 1970-an
Pada era 1970-an perangkat keras dan perangkat lunak berkembang dengan pesat yaitu antara lain :
a. Penggunaan komputer mikro yang lebih praktis penggunaannya
b. Penggunaan peralatan-peralatan display yang lebih interaktif
c. Perangkat lunak yang lebih bersifat “user friendly”
Sejalan dengan hal tersebut teknologi perangkat lunak juga berkembang dengan adanya perintisan ke arah terbentuknya Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) misalnya dengan mulai berkembangnya paket-paket spreadsheet.

Sistem Informasi selama tahun 1960-1970 mempunyai sifat-sifat antara lain :
a. Sistem informasi terutama digunakan untuk memproduksi laporan-laporan periodik yang dapat digunakan oleh manajer dalam pengambilan keputusan
i. Tahun 1960-an terutama untuk kegiatan monitoring dan kontrol
ii. Tahun 1970-an terutama untuk kegiatan perencanaan dan simulasi
b. Sistem informasi hanya merupakan produk samping dari sistem pemrosesan transaksi
c. Sistem informasi saat-saat awal ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan antara lain :
i. Bersifat tidak fleksibel, terbatas oleh penggunaan data yang telah diproses
ii. Tidak responsif terhadap kebutuhan informasi oleh individu tertentu
d. Arsitektur informasi yang ada sudah merupakan arsitektur yang kompleks termasuk penggunaan hubungan telekomunikasi untuk mendistribusikan informasi. Komputer mini ukuran sedang yang berlokasi pada departemen-departemen didalam organisasi dihubungkan dengan komputer besar yang terpusat.

4. Era 1980-an
Sistem informasi telah berkembang lebih mengarah pada sistem yang digunakan untuk membuat keputusan-keputusan spesifik, misalkan Sistem Pendukung Keputusan yang dibuat menurut pesanan dan mulai munculnya Sistem Perencanaan Strategis. Pada pertengahan tahun 1980-an, Organisasi-organisasi mulai merencanakan dan mengelola informasi secara strategis dan diperlakukan seperti sumber daya penting lainnya seperti modal, sumber daya fisik dan tenaga kerja.
Pada era ini arsitektur informasi berkembang sehingga sistem informasi digunakan secara luas di perusahaan-perusahaan dan ditandai dengan penggunaan desktop microcomputer pertama kali secara independen yang dihubungkan dengan komputer mini dan komputer besar. Sistem informasi telah menjadi sistem yang integral, on-line, dan interaktif yang ikut serta setiap saat dalam proses operasi dan pengambilan keputusan dari organisasi-organisasi terutama yang besar.

5. Era 1990-an
Pada era 1990-an sistem informasi digunakan untuk membantu menciptakan dan menyebarkan ilmu pengetahuan dan informasi keseluruh organisasi melalui Sistem Kerja Pengetahuan (SKP) atau knowledge Work System (KWS), yaitu Aplikasi yang dapat memberikan akses yang besar dan luas terhadap data dan jaringan komunikasi.
Arsitektur sistem informasi pada era ini ialah arsitektur untuk organisasi yang secara keseluruhan berjaringan komputer. Pada arsitektur seperti ini komputer besar (mainframe) pusat yang besar menyimpan informasi seperti sebuah perpustakaan, dan mengkoordinasi aliran informasi diantara banyak komputer meja (desktop computer) dan banyak jaringan informasi yang lebih kecil.

B. TERMINOLOGI SISTEM
Sistem merupakan kelompok yang terdiri dari komponen-komponen yang dapat berupa fungsi, orang, aktivitas, kejadian dan sebagainya yang saling berhubungan dan melengkapi satu sama lain untuk mencapai satu atau lebih tujuan yang telah ditetapkan. Biasanya suatu sistem menerima masukan dan kemudian beberapa subsistem bekerja bersama-sama untuk menghasilkan keluaran.
Suatu sistem merupakan subsistem dari sistem lain yang lebih besar. Sistem bekerja dengan batasan-batasan yang telah ditentukan, yaitu
a. Seluruh komponen sistem
b. Sumber masukan sistem
c. Hal-hal yang mempengaruhi keluaran dari sistem
d. Faktor-faktor eksternal dari sistem
Pada setiap sistem, keluaran dari sistem tersebut secara kontinyu dievaluasi melalui umpan balik. Umpan balik merupakan suatu metoda untuk pengawasan. Jika keluaran dari sistem mulai menyimpang dari yang diharapkan, maka data tentang penyimpangan tersebut kemudian menjadi masukan kembali ke dalam sistem melalui umpan balik. Jika umpan balik telah diterima oleh sistem, maka sistem akan membuat penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan untuk meyakinkan bahwa keluaran tetap konsisten dengan tujuan sistem.

C. KONSEP SISTEM INFORMASI
Ada banyak pakar yang mendefinisikan sistem informasi antara lain :

Gordon B. Davis dan Margrethe H. Olson (1985) :
Sistem Informasi Manajemen ialah sistem manusia-mesin yang terintegrasi untuk menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk mendukung fungsi-fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan di dalam organisasi. Sistem tersebut menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer; prosedur-prosedur manual; model-model untuk analisis, perencanaan, kontrol dan pengambilan keputusan; serta suatu basis data.

George M. Scott (1986) :
Sistem Informasi Manajemen adalah subsistem informasi yang komprehensif, terkoordinir dan integrasi secara rasional dimana data diubah menjadi informasi dengan bermacam-macam cara untuk meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya, tingkah laku dan karakteristik manajer dengan dasar kriteria-kriteria kualitas yang ada.

Robert G. Murdick dengan John C. Munson (1986) :
Sistem yang memonitor dan mengambil data dari lingkungan, mengambil data dari transaksi-transaksi dan operasi-operasi di dalam perusahaan, menyaring, mengorganisir dan menyeleksi data dan menampilkannya sebagai informasi bagi manajer, dan memberikan alat bagi manajer untuk menghasilkan informasi seperti yang diinginkan, disebut sebagai Sistem Informasi Manajemen.

James O. Hicks, Jr. (1987) :
Sistem Informasi Manajemen adalah Sistem Informasi Komputer tersusun yang dapat mengintegrasikan data dari beberapa sumber untuk memberikan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan manajemen.

Charles S. Parker (1989) :
Sistem Informasi Manajemen atau Sistem Informasi ialah sistem apapun yang memberikan baik data ataupun informasi yang berhubungan dengan operasi organisasi kepada manusia.

Lary Long (1989) :
Sistem Informasi Manajemen adalah suatu struktur terintegrasi dari basis data (database) dan aliran informasi mengelilingi seluruh tingkatan dan komponen organisasi dimana aktovitas pengumpulan, pengiriman, dan penyajian dari informasi dioptimisasi untuk memenuhi kebutuhannya.

David Kroenke (1989) :
Sistem Informasi Manajemen ialah pengembangan dan penggunaan sistem informasi efektif di dalam organisasi.

Efraim Turban (1993) :
Sistem Informasi Manajemen adalah sistem formal berbasis komputer yang dimaksudkan untuk mencari, meringkas, dan mengintegrasikan data dari berbagai macam sumber agar dapat menyediakan informasi tepat waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan manajerial.

Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon (1994) :
Sistem Informasi ialah komponen-komponen yang saling berhubungan dan bertugas untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung dalam pengambilan keputusan, mengontrol, menganalisis dan memvisualisasi di dalam suatu organisasi.

Dari beberapa definisi yang telah diberikan di atas, dapat disimpulkan bahwa beberapa pendapat atau definisi di atas mempunyai penekanan yang berbeda-beda. Beberapa menyatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen merupakan alat penghasil informasi dan beberapa lain menekankan pada alat untuk membantu dalam mengambil keputusan. Sedangkan Laudon menambahkan dengan fungsi sistem informasi untuk kontrol, analisis dan visualisasi.
Disini akan diambil salah satu definisi yaitu definisi George M. Scott yang dapat menjelaskan sifat-sifat Sistem Informasi Manajemen (SIM) yaitu :
a. SIM merupakan sistem yang komprehensif
b. SIM adalah sistem yang terkoordinasi
c. SIM mempunyai subsistem informasi
d. SIM adalah sistem yang terintegrasi secara rasional
e. SIM mengubah data menjadi informasi dengan berbagai macam cara
f. SIM dapat meningkatkan produktivitas
g. SIM harus sesuai dengan gaya dan karakteristik manajer
h. SIM menggunakan kriteria kualitas yang telah ada.
Kata manajemen di dalam istilah Sistem Informasi Manajemen mencakup keseluruhan yang bersifat komprehensif. Sistem ini meliputi :
a. Sistem informasi yang dirancang khusus untuk tiap tingkatan organisasi
b. Sistem formal dan informal
c. Sistem manual dan terkomputerisasi
d. Manusia yang berhubungan dengan sistem informasi tersebut, misalkan manajer yang merupakan komponen paling penting dari SIM yang dengan pemikirannya dapat memproses dan menyebarkan informasi serta berintegrasi dengan elemen lain dari SIM.

SIM dapat meningkatkan produktivitas dengan beberapa cara yaitu antara lain :
a. SIM dapat memungkinkan tugas-tugas rutin seperti penyiapan dokumen dapat dilakukan dengan efisien
b. SIM dapat memberikan jasa informasi tingkat tinggi dengan kualitas yang lebih baik bagi organisasi dan individual
c. SIM dapat memberikan peringatan dini mengenai masalah-masalah internal dan ancaman eksternal
d. SIM dapat memberikan pemberitahuan dini mengenai adanya kesempatan-kesempatan yang baik
e. SIM dapat mempercepat proses-proses normal organisasi
f. SIM dapat meningkatkan kemampuan dalam menghadapi masalah-masalah yang tidak diperkirakan sebelumnya
SIM dikembangkan dengan mempertimbangkan keunikan gaya manajemen dan pola tingkah laku dari personalia yang akan menggunakannya serta kontribusi-kontribusi yng didapatkan dari para manajer.
a. Untuk tingkatan organisasi puncak, SIM dikembangkan sesuai dengan keinginan setiap individu manajer tersebut, setiap dilakukan penggantian manajer maka SIM tingkat ini harus disesuaikan lagi dengan pejabat yang baru tersebut.
b. Untuk tingkatan organisasi madya, SIM dibuat sesuai dengan karakteristik umum dari manajer.
c. Untuk tingkatan organisasi terendah, SIM dapat dibuat dengan bentuk yang lebih umum dimana pegawai klerikal dan operasi dapat menggunakan informasi dan berinteraksi dengan sistem informasi.
d. Untuk personalia profesional dan teknikal, SIM dibuat sesuai dengan tugas khusus mereka. Selain hal tersebut perancangan SIM juga harus memperhatikan proses-proses informasi para spesialis tersebut.

SIM harus dirancang sesuai dengan kebutuhan kualitas yang telah ditetapkan, yaitu :
a. Hal-hal yang berhubungan dengan toleransi terhadap ketepatan waktu, relevansi dan akurasi dari informasi.
b. SIM seharusnya menyediakan suatu umpan balik yang dapat memberikan informasi mengenai efisiensi dan efektivitas dari sistem informasi tersebut.
c. SIM juga harus dapat beradaptasi sebagai respon dari umpan baliknya. Oleh karena itu SIM harus dirancang sedemikian rupa sehingga mudah untuk dimodofikasi.
d. SIM juga harus mempunyai kemampuan untuk selektif dalam pemakaian data bersama.

D. KEMAMPUAN SISTEM INFORMASI
Sistem informasi dapat berupa sistem informasi berbasis komputer dan ada yang manual.Sistem Informasi Berbasis Komputer (SIBK) menggunakan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan tugasnya. SIBK mempunyai kemampuan yang sama dengan sistem komputer, yaitu menerima masukan, melakukan pemrosesan, melakukan penyimpanan dan memberikan keluaran.

1. Menerima masukan
Masukan ialah kumpulan data mentah yang didapatkan dari dalam ataupun luar organisasi untuk diproses di dalam sistem informasi.
Masukan sistem informasi dapat berupa :
a. Data mentah, seringkali merupakan rekaman dari suatu transaksi atau kejadian
b. Suatu permintaan, yaitu permintaan terhadap informasi
c. Tanggapan dari suatu “prompt” misalkan “Y” atau “T”
d. Suatu instruksi, misalkan “simpan” atau “cetak”
e. Pesan untuk pemakai lain di dalam sistem
f. Suatu perubahan, misalkan dalam menyunting dokumen dengan pengolah kata

2. Melakukan pemrosesan
Pemrosesan ialah pengubahan dari masukan menjadi suatu bentuk yang lebih mempunyai arti bagi manusia.
Sistem pemrosesan pada sistem informasi dapat melakukan :
a. Penyusunan (sorting), yaitu menyusun data atau rekord dengan aturan tertentu
b. Pengaksesan, penyimpanan dan pembaruan
c. Peringkasan, yaitu mengubah bentuk tampilan informasi menjadi lebih ringkas
d. Pemilihan, yaitu memilih rekord-rekord dengan kriteria tertentu
e. Pemanipulasian, yaitu melaksanakan operasi aritmatika dan logika

3. Menyimpan data dan informasi
Sistem informasi mempunyai kemampuan untuk menyimpan data berupa teks, image (grafik, gambar dan sebagainya) dan informasi digital lainnya (misalkan suara) sedemikian sehingga dapat dengan dengan mudah dipanggil kembali untuk diproses lebih lanjut.

4. Memproduksi dan mendistribusi keluaran
Keluaran ialah hasil dan distribusi dari informasi yang telah diproses kepada orang atau aktivitas yang akan mempergunakannya.
Sistem informasi mempunyai kemampuan untuk memproduksi keluaran berupa informasi dalam berbagai macam format yaitu :
a. “Hard copy”, contohnya dokumen, laporan dan pesan yang tercetak
b. “Soft copy”, contohnya tampilan pada layar monitor
c. “Control”, contohnya instruksi bagi robot industri atau proses-proses otomatis.
Keluaran tersebut kemudian didistribusikan kepada orang atau aktivitas yang membutuhkannya.
Selain kemampuan tersebut, kemampuan teknis yang dapat dilakukan oleh sistem informasi antara lain :
1. Pemrosesan transaksi secara “batch”
2. Pemrosesan transaksi tunggal
3. Pemrosesan transaksi “On-Line, Real Time (OLRT)”
4. Komunikasi data dan Jaringan Komputer
5. Pencarian rekord dan analisis
6. Pemeriksaan file (file inquiry)
7. Model-model dan algoritma keputusan
8. Otomatisasi kantor
Otomatisasi kantor meliputi antara lain :
a. Pengolah Kata (Word Processor)
b. Desktop Publishing
c. Surat Elektronik (Electronic Mail)
d. Pengolahan Gambar
e. Pengolahan suara
f. Sistem Informasi Kantor (Office Information System)
Sistem informasi kantor terdiri dari :
i. Kalender
ii. Direktori perusahaan
iii. Sistem-sistem lain seperti nota pribadi, catatan harian, dan arsip catatan untuk diingat (tikler file) yang akan secara otomatis mengingatkan hal-hal yang harus dikerjakan untuk hari tersebut setiap kali pemakai menyalakan komputer di pagi hari.

E. JENIS-JENIS SIM DI DALAM SUATU ORGANISASI
Tidak ada satu sistem yang dapat memberikan keseluruhan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi. Setiap organisasi mempunyai banyak sistem informasi yang melayani tingkatan dan fungsi organisasi yang berbeda-beda. Oleh karena itu dibuat sistem tertentu di dalam organisasi yang dirancang untuk membantu pekerja atau manajer pada setiap tingkatan dan fungsi-fungsi antara lain pemasaran, penjualan, produksi/manufaktur, akunting, keuangan dan sumber daya manusia. Beberapa tipe sistem informasi yang utama yaitu :

1. Sistem Pengolahan Transaksi (SPT) atau Transaction Processing System (TPS)
Sistem ini melayani tingkatan operasional dan organisasi. SPT merupakan sistem terkomputerisasi yang menyelenggarakan dan menyimpan transaksi rutin harian yang dibutuhkan untuk menjalankam perusahaan. Sistem ini mempunyai karakteristik dimana tugas-tugas, sumber daya dan tujuan pada tingkatan operasional telah didefinisikan terlebih dahulu dan telah terstruktur dengan baik.
Ada 2 hal yang penting dalam penggunaan SPT, yaitu :
a. SPT memberi batas organisasi dan lingkungannya. SPT menghubungkan pelanggan dengan gudang, pabrik dan manajemen perusahaan. Jika SPT tidak bekerja dengan baik, organisasi akan gagal menerima masukan dari lingkungan (misalkan order) atau untuk mengirim keluaran (misalkan barang).
b. SPT merupakan produsen utama dari informasi untuk sistem-sistem informasi lain. Karena SPT menghubungkan sistem dengan lingkungannya, maka SPT merupakan satu-satunya tempat dimana manajer dapat memperoleh informasi tentang pencapaian kinerja organisasi sampai dengan saat sekarang dan catatan kinerja saat yang lalu.

2. Sistem Kerja Pengetahuan (SKP) atau Knowledge Work System (KWS)
SKP melayani kebutuhan informasi pada tingkatan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan di dalam organisasi atau dengan kata lain membantu para ilmuwan dalam pekerjaan mereka.Tugas mereka terutama untuk menciptakan informasi dan pengetahuan baru. SKP ini bekerja seperti stasiun kerja perancangan teknik atau sains yaitu mempromosikan pengetahuan kreasi baru (penemuan-penemuan baru) dan memastikan bahwa penemuan baru dan keahlian-keahlian teknik dapat terintegrasi dengan baik.

3. Sistem Otomatisasi Kantor (SOK) atau Office Automation System (OAS)
SOK adalah aplikasi teknologi informasi yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pekerja data di kantor dengan membantu aktivitas koordinasi dan komunikasi dari kantor tersebut.SOK ini mengkoordinasikan bermacam-macam pekerja informasi yang mempunyai bermacam-macam lokasi geografis dan daerah fungsional.SOK juga melayani para ilmuwan dengan memberi data yang mereka butuhkan. Sistem tersebut berkomunikasi dengan pelanggan, pemasok dan organisasi lain di luar perusahaan serta bertugas sebagai “clearinghouse” dari aliran informasi dan pengetahuan. SOK mengelola dokumen-dokumen dengan menggunakan pengolah kata, “desktop publishing”, dan penyimpanan digital; melakukan penjadwalan dengan menggunakan kalender elektronik dan melakukan komunikasi dengan menggunakan surat elektronik. Surat suara (voice mail) dan konferensi video atau konferensi jarak jauh.

4. Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau Management Information System (MIS)
SIM memberikan pelayanan informasi kepada tingkatan manajemen di dalam organisasi. SIM memberikan laporan kepada manajer dan kadangkala memberikan fasilitas akses on-line kepada mereka terhadap informasi kinerja organisasi saat ini dan atau rekord-rekord masa lalu. SIM terutama melayani fungsi perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan pada tingkatan manajemen. Umumnya SIM meringkas informasi yang di dapatkan dari SPT dan mempresentasikan kepada manajemen dalam bentuk ringkasan rutin dan laporan-laporan perkecualian (exception reports). SIM mempunyai keterbatasan dalam kemampuan analitis tetapi dapat menggunakan model-model yang sederhana untuk merepresentasikan data.

5. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS)
SPK juga memberikan pelayanan untuk tingkatan manajemen dan digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan yang bersifat semi terstruktur, unik dan berubah dengan cepat serta tidak mudah dispesifikasikan. SPK berbeda dengan SIM, karena SPK mempunyai kemampuan analitis yang lebih canggih sehingga memungkinkan pemakai untuk menggunakan beberapa model yang berbeda untuk menganalisa informasi.
Sistem ini mendapatkan informasi internal dari SPT dan SIM serta seringkali juga memerlukan dan mengambil informasi dari sumber daya eksternal. SPK juga cenderung lebih interaktif, memberikan pemakai kemudahan akses ke data dan model-model analitis melalui instruksi-instruksi komputer yang mudah digunakan (bersifat “user friendly”).

6. Sistem Pakar (SP) atau Expert System (ES)
Sistem pakar merupakan suatu paket dari perangkat keras dan lunak komputer yang digunakan untuk pengambilan keputusan dan atau pemecahan masalah tertentu serta dapat memberikan saran-saran seperti seorang pakar. Sistem ini mempunyai tingkat kinerja yang dapat diperbandingkan (atau bahkan kadangkala melebihi) dengan manusia (pakar) mengenai suatu area permasalahan khusus tertentu dan yang seringkali hanya mempunyai ruang lingkup yang sempit. Sistem ini merupakan bagian dari inteligensia buatan (artificial intelligence) terapan. Sistem ini dibuat dengan memindahkan ilmu pengetahuan atau keahlian manusia kedalam komputer yang kemudian dapat digunakan oleh pemakai untuk memintakan saran-saran dari sistem komputer tersebut. Sistem ini bermula dari aplikasi dalam diagnosa medis, eksplorasi minyak dan konfigurasi komputer kemudian berkembang ke aplikasi-aplikasi bisnis yang kompleks seperti perencanaan korporasi, saran-saran tentang perpajakan, persiapan tender, evaluasi kontrol. Internal dan sebagainya.

7. Sistem Pendukung Eksekutif (SPE) atau Executive Support System (ESS)
Sistem ini digunakan oleh manajer senior untuk membantu dalam pengambilan keputusan. SPE melayani tingkatan strategis dari suatu organisasi. SPE berhubungan dengan pengambilan keputusan yang tidak terstruktur dan menciptakan lingkungan komunikasi dan komputasi yang bersifat umum. SPE tidak menyediakan aplikasi yang bersifat tetap atau dengan kemampuan khusus tertentu. SPE dirancang untuk memadukan data tentang kejadian-kejadian eksternal seperti peraturan perpajakan baru atau munculnya pesaing baru, dan meringkas informasi dari SIM dan SPK internal. Walaupun SPE mempunyai kemampuan analitis yang terbatas, tetapi SPE biasanya mempunyai perangkat lunak grafis yang sangat canggih dan dapat menghasilkan grafik dan data dari berbagai sumber yang dapat secara cepat dikirimkan kepada kantor eksekutif senior atau keruang pertemuan.

8. Komputer Syaraf (Neural Computing) atau Jaringan Syaraf Buatan (Artificial Neural Networks)
Aplikasi dari semua teknologi yang telah dijelaskan sebelumnya berdasarkan pada penggunaan data eksplisit, informasi atau pengetahuan yang disimpan kedalam komputer dan kemudian dapat dimanipulasi jika dibutuhkan. Tetapi pada kenyataan sebenarnya yang sangat kompleks, data, informasi atau pengetahuan yang eksplisit kadangkala tidak dapat ditemukan. Padahal keputusan harus diambil walaupun berdasarkan pada informasi parsial yang tidak lengkap dan tidak dapat ditentukan kebenarannya. Pola seperti itulah yang kemudian diterapkan pada Komputer Syaraf atau Jaringan Syaraf Buatan. Teknologi ini yang menggunakan pendekatan pola-pola yang dapat dikenali, telah digunakan pada beberapa aplikasi bisnis, tetapi masih membutuhkan pengembangan dan riset untuk penggunaannya secara luas.

F. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI DALAM ORGANISASI

Hal-hal yang mempengaruhi pengembangan SIM di dalam suatu organisasi ialah antara lain :
a. Tradisi organisasi dan pola evolusi yang ada di dalam organisasi tersebut.
b. Gaya manajemen organisasi juga berpengaruh besar terhadap kecanggihan sistem informasi. Suatu organisasi dimana biasa diambil keputusan dengan hanya mengandalkan sedikit informasi akan mempunyai sistem informasi yang berbeda dengan organisasi lain yang membutuhkan banyak informasi terinci dari sistem informasinya untuk pengambilan keputusan. Selain itu organisasi yang mempunyai proses-proses manajemen yang lancar dan daya adaptasi tinggi lebih dapat mengembangkan sistem informasinya daripada organisasi yang mempunyai proses-proses manajemen dengan birokrasi yang sulit.
c. Bagaimana bentuk manajemen organisasi tersebut juga sangat mempengaruhi sistem informasi yang dikembangkan. Apakah bentuk manajemen organisasi tersebut adalah sentralisasi, desentralisasi atau koordinatif atau apakah organisasi tersebut dibentuk berdasarkan lini produk, fungsional atau struktur matriks, masing-masing akan menghasilkan sistem informasi yang berbeda sesuai dengan bentuk manajemen organisasi tersebut.
d. Sifat-sifat lini produk juga berpengaruh besar terhadap sistem informasi misalkan :
i. Produk-produk teknologi tinggi dan kompleks
ii. Produk-produk yang banyak macamnya dan berbeda-beda
iii. Produk-produk yang beraneka ragam tapi mempunyai satu tipe umum
iv. Produk-produk yang mempunyai pasar yang berbeda-beda
v. Produk-produk yang mempunyai proses produksi yang berbeda

Jumat, 23 Januari 2009

SOAL SIM MODEL 5

1. Pada hakekatnya hampir semua aktivitas dapat kita gambarkan dalam bentiuk DFD. Untuk itu buatlah sebuah DFD yang menyangkut aktivitas anda sekolah di D4 MA. Tuliskan setiap asumsi yang anda gunakan.
2. Pimpinan anda pada Unit “X” ingin mendapatkan laporan Proyek “Y” setiap akhir bulan. Pandanglah system tersebut sebagai elemen lingkungan. Anda diminta membuat diagram kontek (DFD level 0, dan level n). Data-data dapat anda kembangkan dengan menggunakan asumsi. Harap dituliskan pada catatan tersendiri asumsi yang digunakan.
3. Carilah pada buku-buku sebuah model matematika. Buat rumusnya dan berikan simulasi (contoh penggunaan dengan menggunakan excel).
4. Sebuah pemda merencanakan membangun pasar bekerja sama dengan pihak swasta, sistem BT (Bangun Transfer). Buatlah DFD mulai dari Studi kelayakan sampai pasar tersebut siap dijual kekonsumen. Untuk mempermudah pengerjaan, tulis setiap asumsi yang digunakan.

Jawaban No.1


Jawaban No.2


Jawaban No. 3
Model Matematika untuk perhitungan rumus penyusutan aktiva tetap metode persentase tetap
dari harga pembelian aktiva tetap.

D = A - S r = D x 100%
n A

D = Besarnya beban penyusutan pada tiap periode pembiayaan.
A = Besar biaya perolehan suatu aktiva tetap yang dikeluarkan sampai dapat berfungsi
S = Nilai sisa (residu), nilai yang didapati dengan cara menjual aktiva tetap yang habis
masa pakainya.
n = Perkiraan umur manfaat aktiva ( dalam tahun, tiap jam, dan tiap hasil produksi )
r = Persentase penyusutan per periode

Contoh :
Biaya keseluruhan ( harga beli ditambah mengurus surat-surat kepemilikan) untuk memperoleh
satu buah sepeda motor sebesar Rp. 15.000.000,- dan nilai sisa (residu) diperkirakan
sebesar Rp. 3.000.000,- dengan masa manfaat aktiva ditetapkan selama 10 tahun.
Hitunglah dengan metode garis lurus :
a. Besar beban penyusutan tiap tahun
b. Persentase penyusutan pertahun
c. Buat daftar perhitungan/akumulasi penyusutan.

Penyelesaian
a. D = A - S
n
= 15.000.000 - 3.000.000
10
= 1,200,000

b. r = D x 100%
A

= 1,200,000 x 100%
15,000,000

= 0.08 %
c.


Jawaban No.4