Sabtu, 24 Januari 2009

PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

A. PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Tahap-tahap perkembangan sistem informasi dapat di bagi berdasarkan karakteristik sistem informasi yang menjadi era sepuluh tahunan yaitu sebagai berikut :

1. Era 1950-an
Sistem informasi yang mula-mula ada tersebut mempunyai karakteristik antara lain :
a. Aplikasi yang digunakan bersifat klerikal rutin dan pada tingkatan operasional, misalnya penggajian, rekening-rekening dan sebagainya.
b. Bahasa komputer yang ada terbatas dan sulit digunakan.
c. Dengan penggunaan komputer tersebut dapat dihitung penghematan biayanya.
d. Istilah yang banyak digunakan pada waktu itu ialah Pemrosesan Data Elektronik (PDE) dan Pemrosesan Data Otomatis (PDO) yang juga biasa disebut sebagai Pemrosesan Data (PD)
e. Kualitas Komputer yang digunakan bersifat kurang dapat diandalkan, sulit untuk dioperasikan dan berjalan lambat.
f. Arsitektur sistem informasi yang ada baru berupa mesin-mesin akunting elektronik yang terisolasi dengan fungsi terbatas.

2. Era 1960-an
Era 1960-an ditandai dengan mulainya digunakan teknologi piringan (disk) yang mempunyai keuntungan antara lain :
a. Dapat mengambil data dengan lebih cepat
b. Dapat mengakses data dengan cara yang bermacam-macam.
Sistem komputer juga mengalami perkembangan yang pesat antara lain :
a. Arsitektur informasi yang ada ialah berupa komputer besar (mainframe) dengan sistem yang terpusat.
b. Dapat menggunakan terminal yang terletak jauh dari komputer.
c. Keluaran yang sudah ada berupa hasil cetakan dari pencetak (printer), menggantikan keluaran model lama yaitu berupa kartu berlubang (punch card).

3. Era 1970-an
Pada era 1970-an perangkat keras dan perangkat lunak berkembang dengan pesat yaitu antara lain :
a. Penggunaan komputer mikro yang lebih praktis penggunaannya
b. Penggunaan peralatan-peralatan display yang lebih interaktif
c. Perangkat lunak yang lebih bersifat “user friendly”
Sejalan dengan hal tersebut teknologi perangkat lunak juga berkembang dengan adanya perintisan ke arah terbentuknya Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) misalnya dengan mulai berkembangnya paket-paket spreadsheet.

Sistem Informasi selama tahun 1960-1970 mempunyai sifat-sifat antara lain :
a. Sistem informasi terutama digunakan untuk memproduksi laporan-laporan periodik yang dapat digunakan oleh manajer dalam pengambilan keputusan
i. Tahun 1960-an terutama untuk kegiatan monitoring dan kontrol
ii. Tahun 1970-an terutama untuk kegiatan perencanaan dan simulasi
b. Sistem informasi hanya merupakan produk samping dari sistem pemrosesan transaksi
c. Sistem informasi saat-saat awal ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan antara lain :
i. Bersifat tidak fleksibel, terbatas oleh penggunaan data yang telah diproses
ii. Tidak responsif terhadap kebutuhan informasi oleh individu tertentu
d. Arsitektur informasi yang ada sudah merupakan arsitektur yang kompleks termasuk penggunaan hubungan telekomunikasi untuk mendistribusikan informasi. Komputer mini ukuran sedang yang berlokasi pada departemen-departemen didalam organisasi dihubungkan dengan komputer besar yang terpusat.

4. Era 1980-an
Sistem informasi telah berkembang lebih mengarah pada sistem yang digunakan untuk membuat keputusan-keputusan spesifik, misalkan Sistem Pendukung Keputusan yang dibuat menurut pesanan dan mulai munculnya Sistem Perencanaan Strategis. Pada pertengahan tahun 1980-an, Organisasi-organisasi mulai merencanakan dan mengelola informasi secara strategis dan diperlakukan seperti sumber daya penting lainnya seperti modal, sumber daya fisik dan tenaga kerja.
Pada era ini arsitektur informasi berkembang sehingga sistem informasi digunakan secara luas di perusahaan-perusahaan dan ditandai dengan penggunaan desktop microcomputer pertama kali secara independen yang dihubungkan dengan komputer mini dan komputer besar. Sistem informasi telah menjadi sistem yang integral, on-line, dan interaktif yang ikut serta setiap saat dalam proses operasi dan pengambilan keputusan dari organisasi-organisasi terutama yang besar.

5. Era 1990-an
Pada era 1990-an sistem informasi digunakan untuk membantu menciptakan dan menyebarkan ilmu pengetahuan dan informasi keseluruh organisasi melalui Sistem Kerja Pengetahuan (SKP) atau knowledge Work System (KWS), yaitu Aplikasi yang dapat memberikan akses yang besar dan luas terhadap data dan jaringan komunikasi.
Arsitektur sistem informasi pada era ini ialah arsitektur untuk organisasi yang secara keseluruhan berjaringan komputer. Pada arsitektur seperti ini komputer besar (mainframe) pusat yang besar menyimpan informasi seperti sebuah perpustakaan, dan mengkoordinasi aliran informasi diantara banyak komputer meja (desktop computer) dan banyak jaringan informasi yang lebih kecil.

B. TERMINOLOGI SISTEM
Sistem merupakan kelompok yang terdiri dari komponen-komponen yang dapat berupa fungsi, orang, aktivitas, kejadian dan sebagainya yang saling berhubungan dan melengkapi satu sama lain untuk mencapai satu atau lebih tujuan yang telah ditetapkan. Biasanya suatu sistem menerima masukan dan kemudian beberapa subsistem bekerja bersama-sama untuk menghasilkan keluaran.
Suatu sistem merupakan subsistem dari sistem lain yang lebih besar. Sistem bekerja dengan batasan-batasan yang telah ditentukan, yaitu
a. Seluruh komponen sistem
b. Sumber masukan sistem
c. Hal-hal yang mempengaruhi keluaran dari sistem
d. Faktor-faktor eksternal dari sistem
Pada setiap sistem, keluaran dari sistem tersebut secara kontinyu dievaluasi melalui umpan balik. Umpan balik merupakan suatu metoda untuk pengawasan. Jika keluaran dari sistem mulai menyimpang dari yang diharapkan, maka data tentang penyimpangan tersebut kemudian menjadi masukan kembali ke dalam sistem melalui umpan balik. Jika umpan balik telah diterima oleh sistem, maka sistem akan membuat penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan untuk meyakinkan bahwa keluaran tetap konsisten dengan tujuan sistem.

C. KONSEP SISTEM INFORMASI
Ada banyak pakar yang mendefinisikan sistem informasi antara lain :

Gordon B. Davis dan Margrethe H. Olson (1985) :
Sistem Informasi Manajemen ialah sistem manusia-mesin yang terintegrasi untuk menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk mendukung fungsi-fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan di dalam organisasi. Sistem tersebut menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer; prosedur-prosedur manual; model-model untuk analisis, perencanaan, kontrol dan pengambilan keputusan; serta suatu basis data.

George M. Scott (1986) :
Sistem Informasi Manajemen adalah subsistem informasi yang komprehensif, terkoordinir dan integrasi secara rasional dimana data diubah menjadi informasi dengan bermacam-macam cara untuk meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya, tingkah laku dan karakteristik manajer dengan dasar kriteria-kriteria kualitas yang ada.

Robert G. Murdick dengan John C. Munson (1986) :
Sistem yang memonitor dan mengambil data dari lingkungan, mengambil data dari transaksi-transaksi dan operasi-operasi di dalam perusahaan, menyaring, mengorganisir dan menyeleksi data dan menampilkannya sebagai informasi bagi manajer, dan memberikan alat bagi manajer untuk menghasilkan informasi seperti yang diinginkan, disebut sebagai Sistem Informasi Manajemen.

James O. Hicks, Jr. (1987) :
Sistem Informasi Manajemen adalah Sistem Informasi Komputer tersusun yang dapat mengintegrasikan data dari beberapa sumber untuk memberikan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan manajemen.

Charles S. Parker (1989) :
Sistem Informasi Manajemen atau Sistem Informasi ialah sistem apapun yang memberikan baik data ataupun informasi yang berhubungan dengan operasi organisasi kepada manusia.

Lary Long (1989) :
Sistem Informasi Manajemen adalah suatu struktur terintegrasi dari basis data (database) dan aliran informasi mengelilingi seluruh tingkatan dan komponen organisasi dimana aktovitas pengumpulan, pengiriman, dan penyajian dari informasi dioptimisasi untuk memenuhi kebutuhannya.

David Kroenke (1989) :
Sistem Informasi Manajemen ialah pengembangan dan penggunaan sistem informasi efektif di dalam organisasi.

Efraim Turban (1993) :
Sistem Informasi Manajemen adalah sistem formal berbasis komputer yang dimaksudkan untuk mencari, meringkas, dan mengintegrasikan data dari berbagai macam sumber agar dapat menyediakan informasi tepat waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan manajerial.

Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon (1994) :
Sistem Informasi ialah komponen-komponen yang saling berhubungan dan bertugas untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung dalam pengambilan keputusan, mengontrol, menganalisis dan memvisualisasi di dalam suatu organisasi.

Dari beberapa definisi yang telah diberikan di atas, dapat disimpulkan bahwa beberapa pendapat atau definisi di atas mempunyai penekanan yang berbeda-beda. Beberapa menyatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen merupakan alat penghasil informasi dan beberapa lain menekankan pada alat untuk membantu dalam mengambil keputusan. Sedangkan Laudon menambahkan dengan fungsi sistem informasi untuk kontrol, analisis dan visualisasi.
Disini akan diambil salah satu definisi yaitu definisi George M. Scott yang dapat menjelaskan sifat-sifat Sistem Informasi Manajemen (SIM) yaitu :
a. SIM merupakan sistem yang komprehensif
b. SIM adalah sistem yang terkoordinasi
c. SIM mempunyai subsistem informasi
d. SIM adalah sistem yang terintegrasi secara rasional
e. SIM mengubah data menjadi informasi dengan berbagai macam cara
f. SIM dapat meningkatkan produktivitas
g. SIM harus sesuai dengan gaya dan karakteristik manajer
h. SIM menggunakan kriteria kualitas yang telah ada.
Kata manajemen di dalam istilah Sistem Informasi Manajemen mencakup keseluruhan yang bersifat komprehensif. Sistem ini meliputi :
a. Sistem informasi yang dirancang khusus untuk tiap tingkatan organisasi
b. Sistem formal dan informal
c. Sistem manual dan terkomputerisasi
d. Manusia yang berhubungan dengan sistem informasi tersebut, misalkan manajer yang merupakan komponen paling penting dari SIM yang dengan pemikirannya dapat memproses dan menyebarkan informasi serta berintegrasi dengan elemen lain dari SIM.

SIM dapat meningkatkan produktivitas dengan beberapa cara yaitu antara lain :
a. SIM dapat memungkinkan tugas-tugas rutin seperti penyiapan dokumen dapat dilakukan dengan efisien
b. SIM dapat memberikan jasa informasi tingkat tinggi dengan kualitas yang lebih baik bagi organisasi dan individual
c. SIM dapat memberikan peringatan dini mengenai masalah-masalah internal dan ancaman eksternal
d. SIM dapat memberikan pemberitahuan dini mengenai adanya kesempatan-kesempatan yang baik
e. SIM dapat mempercepat proses-proses normal organisasi
f. SIM dapat meningkatkan kemampuan dalam menghadapi masalah-masalah yang tidak diperkirakan sebelumnya
SIM dikembangkan dengan mempertimbangkan keunikan gaya manajemen dan pola tingkah laku dari personalia yang akan menggunakannya serta kontribusi-kontribusi yng didapatkan dari para manajer.
a. Untuk tingkatan organisasi puncak, SIM dikembangkan sesuai dengan keinginan setiap individu manajer tersebut, setiap dilakukan penggantian manajer maka SIM tingkat ini harus disesuaikan lagi dengan pejabat yang baru tersebut.
b. Untuk tingkatan organisasi madya, SIM dibuat sesuai dengan karakteristik umum dari manajer.
c. Untuk tingkatan organisasi terendah, SIM dapat dibuat dengan bentuk yang lebih umum dimana pegawai klerikal dan operasi dapat menggunakan informasi dan berinteraksi dengan sistem informasi.
d. Untuk personalia profesional dan teknikal, SIM dibuat sesuai dengan tugas khusus mereka. Selain hal tersebut perancangan SIM juga harus memperhatikan proses-proses informasi para spesialis tersebut.

SIM harus dirancang sesuai dengan kebutuhan kualitas yang telah ditetapkan, yaitu :
a. Hal-hal yang berhubungan dengan toleransi terhadap ketepatan waktu, relevansi dan akurasi dari informasi.
b. SIM seharusnya menyediakan suatu umpan balik yang dapat memberikan informasi mengenai efisiensi dan efektivitas dari sistem informasi tersebut.
c. SIM juga harus dapat beradaptasi sebagai respon dari umpan baliknya. Oleh karena itu SIM harus dirancang sedemikian rupa sehingga mudah untuk dimodofikasi.
d. SIM juga harus mempunyai kemampuan untuk selektif dalam pemakaian data bersama.

D. KEMAMPUAN SISTEM INFORMASI
Sistem informasi dapat berupa sistem informasi berbasis komputer dan ada yang manual.Sistem Informasi Berbasis Komputer (SIBK) menggunakan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan tugasnya. SIBK mempunyai kemampuan yang sama dengan sistem komputer, yaitu menerima masukan, melakukan pemrosesan, melakukan penyimpanan dan memberikan keluaran.

1. Menerima masukan
Masukan ialah kumpulan data mentah yang didapatkan dari dalam ataupun luar organisasi untuk diproses di dalam sistem informasi.
Masukan sistem informasi dapat berupa :
a. Data mentah, seringkali merupakan rekaman dari suatu transaksi atau kejadian
b. Suatu permintaan, yaitu permintaan terhadap informasi
c. Tanggapan dari suatu “prompt” misalkan “Y” atau “T”
d. Suatu instruksi, misalkan “simpan” atau “cetak”
e. Pesan untuk pemakai lain di dalam sistem
f. Suatu perubahan, misalkan dalam menyunting dokumen dengan pengolah kata

2. Melakukan pemrosesan
Pemrosesan ialah pengubahan dari masukan menjadi suatu bentuk yang lebih mempunyai arti bagi manusia.
Sistem pemrosesan pada sistem informasi dapat melakukan :
a. Penyusunan (sorting), yaitu menyusun data atau rekord dengan aturan tertentu
b. Pengaksesan, penyimpanan dan pembaruan
c. Peringkasan, yaitu mengubah bentuk tampilan informasi menjadi lebih ringkas
d. Pemilihan, yaitu memilih rekord-rekord dengan kriteria tertentu
e. Pemanipulasian, yaitu melaksanakan operasi aritmatika dan logika

3. Menyimpan data dan informasi
Sistem informasi mempunyai kemampuan untuk menyimpan data berupa teks, image (grafik, gambar dan sebagainya) dan informasi digital lainnya (misalkan suara) sedemikian sehingga dapat dengan dengan mudah dipanggil kembali untuk diproses lebih lanjut.

4. Memproduksi dan mendistribusi keluaran
Keluaran ialah hasil dan distribusi dari informasi yang telah diproses kepada orang atau aktivitas yang akan mempergunakannya.
Sistem informasi mempunyai kemampuan untuk memproduksi keluaran berupa informasi dalam berbagai macam format yaitu :
a. “Hard copy”, contohnya dokumen, laporan dan pesan yang tercetak
b. “Soft copy”, contohnya tampilan pada layar monitor
c. “Control”, contohnya instruksi bagi robot industri atau proses-proses otomatis.
Keluaran tersebut kemudian didistribusikan kepada orang atau aktivitas yang membutuhkannya.
Selain kemampuan tersebut, kemampuan teknis yang dapat dilakukan oleh sistem informasi antara lain :
1. Pemrosesan transaksi secara “batch”
2. Pemrosesan transaksi tunggal
3. Pemrosesan transaksi “On-Line, Real Time (OLRT)”
4. Komunikasi data dan Jaringan Komputer
5. Pencarian rekord dan analisis
6. Pemeriksaan file (file inquiry)
7. Model-model dan algoritma keputusan
8. Otomatisasi kantor
Otomatisasi kantor meliputi antara lain :
a. Pengolah Kata (Word Processor)
b. Desktop Publishing
c. Surat Elektronik (Electronic Mail)
d. Pengolahan Gambar
e. Pengolahan suara
f. Sistem Informasi Kantor (Office Information System)
Sistem informasi kantor terdiri dari :
i. Kalender
ii. Direktori perusahaan
iii. Sistem-sistem lain seperti nota pribadi, catatan harian, dan arsip catatan untuk diingat (tikler file) yang akan secara otomatis mengingatkan hal-hal yang harus dikerjakan untuk hari tersebut setiap kali pemakai menyalakan komputer di pagi hari.

E. JENIS-JENIS SIM DI DALAM SUATU ORGANISASI
Tidak ada satu sistem yang dapat memberikan keseluruhan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi. Setiap organisasi mempunyai banyak sistem informasi yang melayani tingkatan dan fungsi organisasi yang berbeda-beda. Oleh karena itu dibuat sistem tertentu di dalam organisasi yang dirancang untuk membantu pekerja atau manajer pada setiap tingkatan dan fungsi-fungsi antara lain pemasaran, penjualan, produksi/manufaktur, akunting, keuangan dan sumber daya manusia. Beberapa tipe sistem informasi yang utama yaitu :

1. Sistem Pengolahan Transaksi (SPT) atau Transaction Processing System (TPS)
Sistem ini melayani tingkatan operasional dan organisasi. SPT merupakan sistem terkomputerisasi yang menyelenggarakan dan menyimpan transaksi rutin harian yang dibutuhkan untuk menjalankam perusahaan. Sistem ini mempunyai karakteristik dimana tugas-tugas, sumber daya dan tujuan pada tingkatan operasional telah didefinisikan terlebih dahulu dan telah terstruktur dengan baik.
Ada 2 hal yang penting dalam penggunaan SPT, yaitu :
a. SPT memberi batas organisasi dan lingkungannya. SPT menghubungkan pelanggan dengan gudang, pabrik dan manajemen perusahaan. Jika SPT tidak bekerja dengan baik, organisasi akan gagal menerima masukan dari lingkungan (misalkan order) atau untuk mengirim keluaran (misalkan barang).
b. SPT merupakan produsen utama dari informasi untuk sistem-sistem informasi lain. Karena SPT menghubungkan sistem dengan lingkungannya, maka SPT merupakan satu-satunya tempat dimana manajer dapat memperoleh informasi tentang pencapaian kinerja organisasi sampai dengan saat sekarang dan catatan kinerja saat yang lalu.

2. Sistem Kerja Pengetahuan (SKP) atau Knowledge Work System (KWS)
SKP melayani kebutuhan informasi pada tingkatan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan di dalam organisasi atau dengan kata lain membantu para ilmuwan dalam pekerjaan mereka.Tugas mereka terutama untuk menciptakan informasi dan pengetahuan baru. SKP ini bekerja seperti stasiun kerja perancangan teknik atau sains yaitu mempromosikan pengetahuan kreasi baru (penemuan-penemuan baru) dan memastikan bahwa penemuan baru dan keahlian-keahlian teknik dapat terintegrasi dengan baik.

3. Sistem Otomatisasi Kantor (SOK) atau Office Automation System (OAS)
SOK adalah aplikasi teknologi informasi yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pekerja data di kantor dengan membantu aktivitas koordinasi dan komunikasi dari kantor tersebut.SOK ini mengkoordinasikan bermacam-macam pekerja informasi yang mempunyai bermacam-macam lokasi geografis dan daerah fungsional.SOK juga melayani para ilmuwan dengan memberi data yang mereka butuhkan. Sistem tersebut berkomunikasi dengan pelanggan, pemasok dan organisasi lain di luar perusahaan serta bertugas sebagai “clearinghouse” dari aliran informasi dan pengetahuan. SOK mengelola dokumen-dokumen dengan menggunakan pengolah kata, “desktop publishing”, dan penyimpanan digital; melakukan penjadwalan dengan menggunakan kalender elektronik dan melakukan komunikasi dengan menggunakan surat elektronik. Surat suara (voice mail) dan konferensi video atau konferensi jarak jauh.

4. Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau Management Information System (MIS)
SIM memberikan pelayanan informasi kepada tingkatan manajemen di dalam organisasi. SIM memberikan laporan kepada manajer dan kadangkala memberikan fasilitas akses on-line kepada mereka terhadap informasi kinerja organisasi saat ini dan atau rekord-rekord masa lalu. SIM terutama melayani fungsi perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan pada tingkatan manajemen. Umumnya SIM meringkas informasi yang di dapatkan dari SPT dan mempresentasikan kepada manajemen dalam bentuk ringkasan rutin dan laporan-laporan perkecualian (exception reports). SIM mempunyai keterbatasan dalam kemampuan analitis tetapi dapat menggunakan model-model yang sederhana untuk merepresentasikan data.

5. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS)
SPK juga memberikan pelayanan untuk tingkatan manajemen dan digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan yang bersifat semi terstruktur, unik dan berubah dengan cepat serta tidak mudah dispesifikasikan. SPK berbeda dengan SIM, karena SPK mempunyai kemampuan analitis yang lebih canggih sehingga memungkinkan pemakai untuk menggunakan beberapa model yang berbeda untuk menganalisa informasi.
Sistem ini mendapatkan informasi internal dari SPT dan SIM serta seringkali juga memerlukan dan mengambil informasi dari sumber daya eksternal. SPK juga cenderung lebih interaktif, memberikan pemakai kemudahan akses ke data dan model-model analitis melalui instruksi-instruksi komputer yang mudah digunakan (bersifat “user friendly”).

6. Sistem Pakar (SP) atau Expert System (ES)
Sistem pakar merupakan suatu paket dari perangkat keras dan lunak komputer yang digunakan untuk pengambilan keputusan dan atau pemecahan masalah tertentu serta dapat memberikan saran-saran seperti seorang pakar. Sistem ini mempunyai tingkat kinerja yang dapat diperbandingkan (atau bahkan kadangkala melebihi) dengan manusia (pakar) mengenai suatu area permasalahan khusus tertentu dan yang seringkali hanya mempunyai ruang lingkup yang sempit. Sistem ini merupakan bagian dari inteligensia buatan (artificial intelligence) terapan. Sistem ini dibuat dengan memindahkan ilmu pengetahuan atau keahlian manusia kedalam komputer yang kemudian dapat digunakan oleh pemakai untuk memintakan saran-saran dari sistem komputer tersebut. Sistem ini bermula dari aplikasi dalam diagnosa medis, eksplorasi minyak dan konfigurasi komputer kemudian berkembang ke aplikasi-aplikasi bisnis yang kompleks seperti perencanaan korporasi, saran-saran tentang perpajakan, persiapan tender, evaluasi kontrol. Internal dan sebagainya.

7. Sistem Pendukung Eksekutif (SPE) atau Executive Support System (ESS)
Sistem ini digunakan oleh manajer senior untuk membantu dalam pengambilan keputusan. SPE melayani tingkatan strategis dari suatu organisasi. SPE berhubungan dengan pengambilan keputusan yang tidak terstruktur dan menciptakan lingkungan komunikasi dan komputasi yang bersifat umum. SPE tidak menyediakan aplikasi yang bersifat tetap atau dengan kemampuan khusus tertentu. SPE dirancang untuk memadukan data tentang kejadian-kejadian eksternal seperti peraturan perpajakan baru atau munculnya pesaing baru, dan meringkas informasi dari SIM dan SPK internal. Walaupun SPE mempunyai kemampuan analitis yang terbatas, tetapi SPE biasanya mempunyai perangkat lunak grafis yang sangat canggih dan dapat menghasilkan grafik dan data dari berbagai sumber yang dapat secara cepat dikirimkan kepada kantor eksekutif senior atau keruang pertemuan.

8. Komputer Syaraf (Neural Computing) atau Jaringan Syaraf Buatan (Artificial Neural Networks)
Aplikasi dari semua teknologi yang telah dijelaskan sebelumnya berdasarkan pada penggunaan data eksplisit, informasi atau pengetahuan yang disimpan kedalam komputer dan kemudian dapat dimanipulasi jika dibutuhkan. Tetapi pada kenyataan sebenarnya yang sangat kompleks, data, informasi atau pengetahuan yang eksplisit kadangkala tidak dapat ditemukan. Padahal keputusan harus diambil walaupun berdasarkan pada informasi parsial yang tidak lengkap dan tidak dapat ditentukan kebenarannya. Pola seperti itulah yang kemudian diterapkan pada Komputer Syaraf atau Jaringan Syaraf Buatan. Teknologi ini yang menggunakan pendekatan pola-pola yang dapat dikenali, telah digunakan pada beberapa aplikasi bisnis, tetapi masih membutuhkan pengembangan dan riset untuk penggunaannya secara luas.

F. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI DALAM ORGANISASI

Hal-hal yang mempengaruhi pengembangan SIM di dalam suatu organisasi ialah antara lain :
a. Tradisi organisasi dan pola evolusi yang ada di dalam organisasi tersebut.
b. Gaya manajemen organisasi juga berpengaruh besar terhadap kecanggihan sistem informasi. Suatu organisasi dimana biasa diambil keputusan dengan hanya mengandalkan sedikit informasi akan mempunyai sistem informasi yang berbeda dengan organisasi lain yang membutuhkan banyak informasi terinci dari sistem informasinya untuk pengambilan keputusan. Selain itu organisasi yang mempunyai proses-proses manajemen yang lancar dan daya adaptasi tinggi lebih dapat mengembangkan sistem informasinya daripada organisasi yang mempunyai proses-proses manajemen dengan birokrasi yang sulit.
c. Bagaimana bentuk manajemen organisasi tersebut juga sangat mempengaruhi sistem informasi yang dikembangkan. Apakah bentuk manajemen organisasi tersebut adalah sentralisasi, desentralisasi atau koordinatif atau apakah organisasi tersebut dibentuk berdasarkan lini produk, fungsional atau struktur matriks, masing-masing akan menghasilkan sistem informasi yang berbeda sesuai dengan bentuk manajemen organisasi tersebut.
d. Sifat-sifat lini produk juga berpengaruh besar terhadap sistem informasi misalkan :
i. Produk-produk teknologi tinggi dan kompleks
ii. Produk-produk yang banyak macamnya dan berbeda-beda
iii. Produk-produk yang beraneka ragam tapi mempunyai satu tipe umum
iv. Produk-produk yang mempunyai pasar yang berbeda-beda
v. Produk-produk yang mempunyai proses produksi yang berbeda

0 komentar: